Selasa, 06 September 2011

Si Tempurug Manis :)

Membaca judulnya mungkin terkesan aneh, apakah ada tempurung yang rasanya manis? Sebenarnya ini adalah julukan yang aku berikan pada kue yang disebut kue klemben. Yang jelas roti itu bentuknya seperti ini. Mirip dengan tempurung kan? Tetapi sebenarnya bentuk dari roti klemben ini tidak selalu seperti tempurung, tergantung kita membuatnya dengan cetakan yang seperti apa.

Rasanya enak sekaliii :D  Sewaktu masih kecil, aku suka memakan roti klemben dengan mencelupkannya ke dalam teh. Hangat dan manis, sungguh bisa menenangkan perut yang sedang lapar.

Liburan kali ini aku belajar untuk membuat roti itu, supaya aku tidak hanya bisa memakannya saja. Beginilah caranya :) :
  1. Siapkan bahan seperti telur 10 butir dan gula 1/4  kg.
  2. Campurlah campuran di atas. Dalam pencampuran ini terdapat 2 proses yaitu mencampur menggunakan mixer dan mencampur manual (menggunakan pengaduk adonan maksudnya :D). Yang pertama adalah mencampur dengan menggunakan mixer hingga campuran berubah warna menjadi putih sedikit kekuningan.
Yang kedua dengan menggunakan pengaduk adonan. Proses kedua membutuhkan waktu lebih lama yaitu ±1,5 jam. Membutuhkan kesabaran memang dalam mengaduknya, karena jika tak terbiasa tangan kita akan sangat terasa pegal. Bayangkan saja, mengaduk adonan tanpa henti selama ±1,5 jam. Pengadukan tidak dapat dihentikan karena bisa merusak adonan. Adonan akan mengembang ketika kita mengaduknya. Adonan sudah siap dimasukkan ke dalam oven jika sudah cukup kental.

  1. Ambil adonan sebanyak ±2,5 irus (aku ndak tau bahasa indonesianya apa) ukuran besar dan tambahkan 2,5 sendok makan tepung terigu lalu aduk hingga rata. Sembari menyiapkan adonan yang siap untuk dioven , adonan utama (adonan yang belum diberi tepung terigu) harus tetap diaduk supaya tidak rusak.

  1. Beri minyak pada permukaan cetakan supaya roti yang sudah masak nantinya tidak lengket.
  2. Masukkan adonan yang sudah diberi tepung terigu ke dalam cetakan dan masukkan ke dalam oven. Pemasakan dilakukan selama ±30 menit.
  3. Angkat jika kue sudah masak (kekuningan).
  4. Karena adonan masih tersisa banyak, lakukan cara nomor 3-6 hingga adonan telah habis :)
NB : Kue yang bisa dihasilkan jumlahnya kira kira sebanyak 40 butir.
Well, kue sudah siap. Tunggu hingga dingin yaa baru dimakan :D
Rasa lelah yang tadi muncul telah terganti denga kepuasan dan rasa senang karena kue yang kita buat rasanya enaak :) Senang juga bisa belajar sesuatu yangbelum tentu orang lain mau mempelajarinya. Liburan kali ini insyaALLAH bermanfaat untukku karena ada beberapa ilmu ‘informal’ yang aku pelajari.

Kita perlu tahu bagaimana cara membuat kue tradisional ini supaya salah satu kebudayaan yang kita miliki tidak tergilas oleh waktu.
Semoga posting ini bermanfaat :)

Senin, 05 September 2011

Seeeeessss .... Dooorrrrr !!

Tanpa kita ketahui, orang-orang pribumi pada zaman sebelum kita sudah pernah membuat petasan meskipun hanya petasan yang sederhana. Dengan kata lain, petasan tidak selalu datang dari Cina, kenapa Cina karena petasan yang dijual di Indonesia hampir selalu bertuliskan  ‘MADE IN CHINA’. Berikut ini adalah beberapa petasan tradisional yang saya ketahui :

*        Mercon Jedulan

Petasan ini terbuat dari batang bambu atau bisa diganti dengan kaleng. Bahan yang diperlukan selain itu adalah air dan karbit. Petasan ini adalah petasan yang paling berbahaya sebab tempat yang terbuat dari batang bambu atau kaleng bisa saja pecah jika karbit yang dimasukkan terlalu banyak jumlahnya.



*        Mercon Dor
Petasan ini ada 2 jenis yaitu mercon dor dan mercon sreng dor. Bahan-bahan seperti kertas bekas, dan sumbu serta bubuk mesiu amat sangat diperlukan.  Bentuk dari petasan dor sama dengan mercon sreng dor namun hanya berbeda dalam hal pembuatan dan hasil akhirnya. Mercon sreng dor memiliki formula khusus yang bisa membuatnya terbang hingga beberapa meter. Letusan petasan yang dihasilkan hanya berbunyi  ‘dor’ dan visualnya biasa saja, tidak seperti petasan yang ada sekarang.

*        Mercon Balon
Balon merupakan bahan utama dalam pembuatan petasan ini. Selain itu yang diperlukan adalah udara dan sejumlah karbit. Ke dalam balon dimasukkan keduanya. Jika tidak disulut dengan api, balon hanya akan meletus seperti biasa. Namun jika disulut dengan api, balon akan meletus keras.

Sebenarnya sudah sejak lama penggunaan petasan dilarang di Indonesia karena mengganggu dan merugikan banyak orang. Beberapa peraturan telah dibuat untuk menjerat pelaku yang tetap saja menggunakan petasan seperti  Lembaran Negara (LN) tahun 1940 Nomor 41 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Bunga Api 1939, di mana di antara lain adanya ancaman pidana kurungan tiga bulan dan denda Rp 7.500 apabila melanggar ketentuan "membuat, menjual, menyimpan, mengangkut bunga api dan petasan yang tidak sesuai standar pembuatan". Namun, mungkin karena peraturan tersebut sudah terlalu usang maka pemerintah menggantinya dengan Undang-undang (UU) Darurat No 12/1951, tertuang barang siapa yang membuat, menyimpan, menjual, mengangkut, dan menggunakan petasan diancam hukuman kurungan maksimal 12 tahun penjara, yang isinya hampir sama dengan undang-undang yang diganti tersebut.
Jadi sebaiknya kita cukup mengenang dan mengenal petasan-petasan tersebut, daripada kita harus berurusan dengan hukum hanya karena ingin mendapat kesenangan sejenak.


resources :

Kamis, 01 September 2011

Cerita Lebaran


Apa yang akan dihadapi kita tak pernah tahu tentangnya. Bulan yang akan datang, keesokan hari, beberapa menit kemudian, bahkan sedetik yang akan kita hadapi, kita tak tahu apa yang akan terjadi.
Suasana idul fitri masih terasa, banyak orang saling bersilaturahmi ke sanak saudara. Idul fitri mempersatukan semua, karna mungkin kita hanya bisa bertemu dengan kerabat jauh hanya pada saat idul fitri saja.
Pagi ini, aku bersiap-siap akan pergi bersama keluargaku untuk melanjutkan silaturahmi yang sempat tertunda. Karena kerudung  yang akan aku gunakan terlihat kusut, aku berniat menyeterikanya. Begitu santai aku menyeterika, setengah bagian telah selesai aku kerjakan dan sisanya masih dalam proses. Sebelumnya aku merasa ada yang janggal, bau seperti bau hangus mulai tercium tapi aku tetap melanjutkan pekerjaanku. Tak lama kemudian, kobaran api kecil mulai muncul di ujung kabel. Sungguh, sungguh kaget aku melihatnya. Ini adalah kali pertama untukku, jelas aku merasa bingung, gupuh. Aku berteriak, ndak keras sih hanya menandakan kalau aku memang sedang bingung. Tapi aku berusaha tetap tenang mengatasinya. Kabel saklar aku tarik secepatnya. Untunglah, api yang muncul segera padam dan nyawa ini masih selamat :)  jantung ini berdetak lebih cepat, masih terasa trauma yang mendera. Lama kelamaan, keadaan sudah kebali seperti semula. Tapi kerudungku belum selesai aku setrika.
Tujuan silaturahmi kami adalah Poncokusumo, Wajak, Sananrejo, dan Gadang. Ketika berada di Wajak, kami mengunjungi saudara dari kakekku. Yang kami kunjungi tak hanya satu rumah saja tapi banyak rumah. Jarak antarrumah yang dekat menyebabkan kami memilih untuk berjalan kaki saja. Tidak ada cerita khusus ketika berangkat berjalan kaki ke rumah saudara dan bersilaturahmi. Yang ingin aku ceritakan adalah ketika berjalan pulang.
Sawah dan sungai pun kami lewati. Aku melihat beberapa anak berenang dan meloncat ke dalam sungai yang bisa ku bilang keruh. Ketika aku berjalan tepat di samping sungai itu, salah seorang anak melompat ke sungai dan akhirnya, basahlah sebagian bajuku dan sayangnya nenekku yang berjalan di sampingku juga terkena air cipratannya. Hhhh. Aku tak bisa berbuat banyak. Hal pertama yang aku lakukan hanya melihat anak yang ‘melakukan tindakan loncat indah itu’ dan menggelengkan kepala. Aku tak ingin ntuk mencaci maki karna hanya akan membuatku menangis. Aku berdiam diri dan berkata dalam hati, menguatkan diri supaya bisa lebih bersabar. Semakin aku menguatkan diriku, semakin ingin aku untuk menangis. Aku mencoba mengambil hikmah di balik kejadian ini, ALLAH hanya ingin tuk menguji kesabaran yang telah aku minta dariNya dan semoga saja kesabaran ini tetap melekat padaku :)
Just think it easy and this will be truly easy :)

Mukaddimah


Ini bukan kali pertama aku membuat blog, karena blogku yang pertama dianggap spam oleh server dan akhirnya aku harus membuat lagi. Awalnya sudah tertanam di pikiranku bahwa blogging adalah sesuatu yang tidak mudah karena berhubungan dengan dunia teknologi. Sebenarnya aku tak terlalu suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan teknologi. Tapi karena orang-orang dan lingkungan sekitar mendukung untuk bisa membuatku lbih berkembang, aku mulai menyukai hal-hal yang tak kusukai sebelumnya.
Blogging mungkin bisa menuntunku untuk jauh menjelajahi dunia yang tak pernah kukenal sebelumnya  (wajar, aku memang ndak update :)) . Aku akan sering untuk mencari informasi-informasi.
Semoga blogku ini bisa berguna bagi orang yang membutukannya. Bismillah :)